Bulan Rajab merupakan waktu yang istimewa dimana banyak ibadah dan dzikir khusus baiknya dilaksanakan. Sebulan penuh untuk memanen pahala melalui ibadah dzikir, terutama pada hari Jumat terkahir bulan Rajab.
Amalan-amalan pada hari jumat terakhir bulan rajab adalah sebagai berikut
Sebelum khutbah
Bagi laki-laki yang menghadiri jamaah shalat jumat baiknya membaca Istighfar 700/70/7 kali sebelum sholat Jum'at. Amalan istighfar dari KH. Maimoen Zubair ialah sebagai berikut :
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لاَ اِلهَ إِلاَّ هُوَ الْـحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةً عَبْدِ ظَالِمٍ لاَ يـَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), dan saya taubat pada-Nya dengan taubat seorang hamba yang dzalim, yang tak bisa berbuat apa-apa dalam menghadapi kematian, kehidupan, dan kebangkitan".
Adapun fadhilah memohon ampun dengan membacanya 700/70/7 kali sebelum khotib naik mimbar pada Jum'at terakhir bulan Rajab, maka akan dimudahkan rizqinya sepanjang tahun.
Ketika Khotib membawakan khutbah
Amalan yang dikutip kitab Fashalatan karya KHR. Asnawi bahwa dalam kitab Kanzun Najah was Suruur halaman 147-148 disebutkan amalan dari Imam Ali Al-Ajhuriy, selepas adzan dan khotib menempati mimbar untuk berkhutbah, para hadirin disayogyakan membaca wirid di bawah ini ketika khatib sedang berkhutbah sebanyak 35 kali:
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Bacaan ini tentunya dikhususkan untuk kaum pria yang berkewajiban sholat jumat, akan tetapi lebih afdhal dibaca di antara dua khutbah agar khutbah tetap bisa disimak dengan khusu'.
Bagaimana bagi golongan yang tidak menghadiri sholat jumat? Bagi para musafir atau orang yang udzur dapat membaca dzikir tersebut di waktu kira-kira khatib ada di mimbar. Begitu juga untuk wanita yang tidak hadir ke masjid, pembacaannya diperkirakan khatib sudah ada di mimbar. Menurut KH. Chalwani Nawawi, baiknya perempuan berkumpul di rumah warga dekat masjid agar pembacaan dzikir tepat dengan khutbah jumat.
Adapun fatwa Habib Salim bin Abdullah as-Syathiri ihwal amalan agar kaya di jumat terakhir bulan Rajab:
قد جاء فى كنز النجاح والسرور ان من قرأ فى آخر جمعة من رجب والخطيب على المنبر أحمد رسول الله محمد رسول الله خمسا وثلاثين مرة لا تنقطع الدرهم من يده تلك السنة .السؤال كيف يقرأ والخطيب على المنبر وهو فى نفس الوقت مأمور بالانصات الجواب أنه ليس من شروط القراءة التلفظ بل استحضارها بالقلب يكفي او يقرأ حال الجلوس على المنبر قبل الخطبة او يقرأ حال الدعاء او الترضي من الصحابة لان المراد بالانصات حال الخطبة هو الانصات حال استماع اركان الخطبة لاغير اه
Dalam kitab Kanzun Najah Was Surur disebutkan bahwa barangsiapa membaca “Ahmad Rosulullah, Muhammad Rosulullah” sebanyak 35 kali di jumat terakhir bulan Rajab pada saat khatib di atas mimbar, maka selama setahun tangannya tidak akan pernah kosong dari uang.
Lantas bagaimana kita membacanya? Sedangkan pada saat khotib di atas mimbar, di waktu itu kita di perintahkan untuk diam mendengar khutbah?
Maka dalam hal ini ada empa cara:
- Pertama, membacanya cukup di dalam hati saja.
- Kedua, di baca ketika khotib duduk di mimbar sebelum khutbah (atau diantara dua khutbah).
- Ketiga, Menurut Habib Salim Asy-Syathiri di saat khutbah kedua, pada saat khatib mendoakan mu'minin dan mu'minat.
- Keempat, ketika khatib membaca do’a untuk para shahabat, karena yang di maksud untuk diam di dalam khutbah (الإنصات ) adalah diam mendengarkan rukun khutbah, bukan yang lainnya.
Semoga Allah memberikan kemudahan untuk melaksanakan dan menyebarkan amalan dzikir di Bulan Rajab sehingga mendapatkan berkah dan luberan pahala.