Kiat Merengkuh Berkah di Awal Tahun Hijriyyah

penulis lepas
0
Di penghujung tahun, kita berdiri di ambang momen yang penuh makna; tahun baru Islam, atau yang dikenal dengan 1 Muharram. Ini bukan sekadar pergantian kalender, melainkan saat yang tepat untuk refleksi diri, introspeksi, dan memperbaharui niat.

Tahun baru Islam mengingatkan kita pada hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yang tidak hanya merupakan perpindahan fisik, tetapi juga transformasi besar dalam sejarah Islam. Ini adalah waktu untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan demi kebenaran dan keadilan.
Dalam menyambut tahun baru ini, umat Islam disayogyakan untuk melakukan amalan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah, dengan cara yang telah diajarkan oleh para ulama di antaranya adalah:

1. Sholat Hajat

Pada malam awal tahun atau malam tanggal 1 Muharram setelah shalat Maghrib dan ba’diyah Maghrib, melakukan sholat hajat 2 rekaat. Adapun surat yang dibaca adalah sebagai berikut:
  • Pada rekaat pertama setelah membaca fatihah membaca Q.S Al-Kafirun 10 kali.
  • Sedangkan pada rekaat kedua setelah fatihah membaca Q.S Al-Ikhlas 10 kali. 

2. Sujud sukur

Syarat sujud syukur sama saja dengan sembahyang. Sujud syukur dianggap sah seperti sahnya sujud di dalam sembahyang seperti bersuci, menutup aurat, menghadap qiblat, tidak bicara, meletakkan dahi terbuka dengan sedikit tekanan di atas tempat yang tidak ikut bergerak ketika fisiknya bergerak, meletakkan telapak tangan, telapak kaki, lutut, dan syarat sujud lainnya. Adapun caranya, pertama seseorang yang akan melakukan sujud syukur mengambil posisi berdiri, lalu bertakbiratul ihrom. Kedua, mengucap takbir turun. Ketiga, turun sujud. Keempat, bangun dari sujud lalu diam sejenak sebelum salam. Kelima, salam. Semua dilakukan dengan tuma’ninah. Saat sujud ia bisa membaca lafal berikut ini.

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الخَالِقِيْنَ

3. Membaca Baqiyyatus Shalihah 10 kali 

Amalan ini disebutkan dalam QS. Al-Kahfi ayat 46
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا 

Artinya:  “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh (al-bâqiyat ash-shâlihât) adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” 
Lalu apa sebenarnya makna dimaksud al-bâqiyat ash-shâlihât dalam ayat ini? Jika menelaah dalam kitab tafsir Jalalain, di sana disebutkan:

وَالبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ هي سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر زاد بعضهم ولا حول ولا قوة إلا بالله

Artinya: “Dan al-bâqiyat ash-shâlihât—yaitu subhânallâh, wal hamdulillâh, wa lâ Ilâha illallâh, wa Allâhu akbar, sebagian ulama menambahkan: wa lâ hawla walâ quwwata illâ billâh (Imam Jalaluddin as-Suyuthi dan Imam Jalaluddin al-Mahalli, dalam Tafsir Jalâlain, Kairo, Daarul Hadits, halaman 386)

4. Membaca ayat kursi sebanyak 360 kali. 

Adapun tatacaranya sebagai berikut:
  • tiap-tiap membaca ayat kursi dimulai dengan membaca basmalah. 
  • Setelah selesai membaca ayat kursi lalu membaca do’a dibawah ini


5. Membaca Q.S Yasin 
6. Membaca Q.S Al-Waqi’ah 
7. Membaca Doa Awal Tahun Doa awal tahun 

Doa ini dibaca setelah Maghrib malam pertama Muharram sebanyak 3 kali dalam rangka menyambut tahun baru. Dengan doa ini, kita berharap anugerah dan kemurahan Allah untuk kita pada tahun baru ke depan. Berikut doanya: 


8. Menulis “Basmalah” sebanyak 113 kali 

Dikutip dari kitab “Naat al-Bidayah wa Taushifu al-Nihayah” yang dikarang oleh Sayyid Syarif Ma’ul Ainain: 
“Bahwa barang siapa yang menulis “basmalah” di awal bulan Muharram sebanyak 113kali, maka malapetaka tak akan menyentuh dirinya dan keluarganya selama hidup."
Khalifah Umar Bin Abdul Aziz Rahimahullah mengatakan dalam penulisan bismillah baiknya dengan cara memanjangkan huruf Ba dan perjelas huruf Sin (dengan giginya) dan bulatkan huruf Mim dengan lubang sebagai bentuk ta'dhim kepada Al-Quran. 

Setelah menulis 113 bismillahir rahmanir rahim dianjurkan untuk membaca doa sesuai hajat yang diinginkan. Selanjutnya tulisan tersebut disimpan di tempat yang layak .Kenapa sebanyak 113 & ada rahasia apa? Jumlah surat dalam al-Qur'an ada 114 surat, dan semuanya diawali dengan bismillahir rahmanir rahim kecuali satu surat saja, yakni surat at-Taubah. Jadi yang diawali dengan bismillah hanya 113 surat. 
Adapun Do'a setelah menulis 113 Basmalah: 



9. Menulis " الرحمن " sebanyak 50 kali

Faedahnya: barang siapa yang menulis "الرحمن " sebanyak 50 kali, maka akan terjaga dan aman dari kekuasaan yang lalim dan hakim yang dholim. berikut dalilnya


10. Menulis ayat 97-99 dari Q.S Al-A’raf 

Dalam kitab “Naat al-Bidayah wa Taushifu al-Nihayah” yang dikarang oleh Sayyid Syarif Ma’ul Ainain halaman 192-193 disebutkan sebagai berikut:

bahwa barang siapa yang menulis 3 ayat ini


اَفَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَّهُمْ نَاۤىِٕمُوْنَۗ
اَوَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَّهُمْ يَلْعَبُوْنَ
اَفَاَمِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَࣖ

di kertas pada tanggal 1 bulan Muharram: Dan melebur tulisan tersebut dengan air yang akan digunakan untuk memercikan sudut rumah, maka rumah tersebut akan aman. 

11. Minum Susu Amaliyyah Bulan Muharram 

Adapun amaliyah meminum susu di awal bulan Muharram dianjurkan dan selalu diamalkan oleh Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Air susu berwarna putih di minum di awal tahun sebagai usaha Tafa'ul (Nyadong kesahenan/ berharap kebaikan)  agar sepanjang tahun dijadikan tahun yang putih, tahun yang bersih, tahun yang melakukan kebaikan-kebaikan. Adapun doa ketika minum susu adalah sebagai berikut:

اَللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

Penulis : Ustadz Muhammad Bahauddin (Keponakan Hj. Salamah Ma'ruf, Putra KH. Mahfud Noor)
Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)