Niat Berdzikir dengan Ayat Alquran

Ahmad Arinal Haq
0

Dzikir berasal dari kata dzakara, yadzukuru atau dzukr/dzikr yang berarti perbuatan  lisan (mengucapkan, mengatakan, mengatakan) dan  hati (mengingat dan mengatakan). Kemudian ada yang berpendapat bahwa hanya dzukr (bidammi) yang dapat diartikan sebagai kerja hati dan lisan, sedangkan dzkir (bilkasri)  khusus untuk kerja lisan. 
Selain itu, arti dari istilah kata dzikir sendiri tidak terlalu jauh dari arti lughawi. Dalam kamus-kamus modern seperti al-Munawir, al-Munjid dan sebagainya juga menggunakan ungkapan seperti adz-dzikir yaitu mengagungkan, memuliakan Allah SWT. dan seterusnya.
Sebaik-baik dzikir adalah aurad yang sesuai dengan alQuran atau diajarkan oleh Nabi Muhammad dalam hadits. Ayat al-Quran diijazahkan untuk keperluan tertentu dan dibaca dengan cara tertentu. 
Pertanyaan: 
Bagaimana niat membaca ayat al-Quran untuk wirid/ dzikir? 
Jawaban: Pada dasarnya membaca ayat suci al-Quran tidak membutuhkan niat tertentu karena tidak ada tujuan lain kecuali tujuan ibadah. Hanya dalam kasus tertentu penggalan ayat suci al-Quran dapat diniati Dzikir seperti bacaan Basmalah sebelum makan, bacaan Istirja’ ketika mendengar berita duka, dsb. Maka apabila seorang yang junub/ berhadats besar ataupun haid hendak membaca basmalah karena akan makan atau minum maka boleh-boleh saja karena hal itu termasuk dzikir.
Adapun dasarnya ada pada kitab Al-Mantsur Karya Imam Zarkasyi

 المنثورفي القواعد للزركشي،الجزءاْلأول ،ص: 358 النية يتعلق بها 
 ما نصه : وقال الشيخ عز الدين لا مدخل للنية في قراءة القرآن واْلأذكار وصدقة التطوع ودفن اْلميت ونحوها مما لا يقع إلا على وجه  الأعمال العبادة وكذا قال صاحب الإقليد أداء الدين ورد الوديعة والأذان والتلاوة القرآن واْلأذكار وهداية الطريق وإماطة اْلأذى ونحوها من الأعمال لا يحتاج إلى نية وأما قوله إنما الأعمال بالنيات فاْلمراد به اْلأعمال التي تقع تارة طاعة وغير طاعة أخرى بدليل ذكر الهجرة في سياق الحديث وأما هذه القربات ونحوها مما شرع ْلصلحة عاجلة قصدا أو كان بصورته عبادة فعدم وجوب النية فيها لعدم إرادتها أو لخروجها عن الإرادة حسا كصورة العمل إن قيل بعموم الأعمال للطاعة والقربة انتهى

bahwasanya ada beberapa ibadah yang absahnya tidak memperlukan niat di awal ibadah tersebut. seperti halnya membaca Alquran, berdzikir, shodaqoh, mengubur jenazah, menunjukkan arah jalan. Maka dzikir baik itu menggunakan lafadl dzikir yang diajarkan dalam Alquran atau dzikir lainnya tidaklah memrlukan niat terlebih dahulu. Adapun ibadah yang memerlukan niat adalah ibadah yang memiliki sisi ibadah atau kebiasaan seperti mandi yang bisa termasuk kebiasaan sehari-hari atau bisa masuk dalam ibadah maka diperlukan niat agar membedakan antara mandi ibadah dan tidak.
Lebih lanjut Imam Bujairomi menerangkan bahwa membaca Alquran bisa dimaksudkan tilawah dan maksud lainnya. Keterangannya sebagai berikut:

حاشية البجيرمى على الخطيب، الجزء اْلأول، ص: 528 فيما يحرم بالحيض والنفاس
 ما نصه: تنبيه: ويحل ْلمن ذكر أذكار القر آن وغيرها كمواعظه وأخباره وأحكامه لا بقصد قرآن كقوله عند الركوب سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين أي مطيقين وعند اْلصيبة إنا لله وإنا إليه راجعون فإن قصد القرآن وحده أو مع الذكر حرم، وإن أطلق فلا، كما نبه عليه في الدقائق لعدم الإخلال بحرمته؛ ْلأنه لا يكون قرآنا إال بالقصد قالهالنووي وغيره.
 قوله تنبيه الخ هذا التنبيه بمنزلة قوله محل حرمة القراءة إذا كانت بقصد القرآن أو بقصد القرآن والذكر وإلا فلا حرمة قوله يحل الخ كلامه في الحائض والنفساء فدخول غيرهما معهما استطرادي تأمل ق ل قوله )كمواعظه( أي ما فيه ترغيب أو ترهيب قوله وأخباره أي عن الأمم السابقة قوله وأحكامه أي ما تعلق بفعل المكلف قوله وما جرى به لسانها بلا قصد بأن سبق لسانهإ ليها. اھ

Keterangan ini ada dalam bab hal-hal yang haram dilakukan oleh wanita yang haid dan nifas. Seperti kita tahu bahwa wanita haid tidak boleh membaca Alquran. Namun apabila bacaan tadi merupakan bacaan yang biasa diucapkan sebagai dzikir atau doa dan ketika mengucapkan tidak dimaksudkan membaca Alquran maka boleh-boleh saja. Misalnya, seorang haid yang membaca istrija' إنا لله وإنا إليه راجعون karena adanya musibah menimpa, apabila ia meniatkan diri berdzikir maka tidak apa-apa. Berbeda ketika ia meniatkan membaca potongan ayat Alquran maka haram baginya karena ia berstatus hadats besar.

Wallahu A'lam

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)