Bintang-bintang sendiri terbentuk di wilayah interstellar medium yang paling padat dan dingin, dan akan kembali memperkaya interstellar medium dengan materi dan energi melalui planetary nebula, angin-angin bintang dan supernova. Selanjutnya, peristiwa saling memengaruhi antara bintang-bintang dan ISM menentukan laju hilangnya kandungan gas sebuah galaksi dan pada akhirnya menentukan pula rentang umur aktif galaksi tersebut dalam membentuk bintang-bintang.
Interstellar medium berisi kandungan dalam jumlah yang sangat sedikit (jika bersandar pada standar bumi) dari atom, molekul, debu, radiasi elektromagnetis, sinar kosmik, dan medan magnet. Materinya biasa terdiri dari 99% partikel gas dan umumnya 1% debu, dan mengisi ruang antarbintang. Campuran ini biasanya sangat halus; kepadatan gas yang tipikal berkisar antara puluhan hingga ratusan partikel per sentimeter kubik. Akibat dari nukleosintesis primordial, gasnya menjadi sekitar 90% hidrogen dan 10% helium, ditambah dengan unsur-unsur tambahan ("logam" dalam sebutan astronomi) yang terdapat dalam jumlah kecil.
Siapa yang menyangka bahwa satu "kata" dalam Alquran telah menyiratkan keberadaan interstellar, jauh sebelum ilmu astronomi modern muncul.
وَهُوَ الَّذِى خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِى فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar padagaris edarnya." (Al-Anbiya' : 33)Kata يسبحون asal katanya, سبح - يسبح berarti "berenang". Tentu saja ini cukup menjelaskan bahwa Matahari, bulan, planet dan benda antariksa di luar sana tidaklah melayang di ruangan hampa, namun seakan-akan berenang dalam suatu medium. Ayat-ayat di atas dapat dijadikan argumentasi tentang adanya fluida interstellar dan proses penyedotan fluida interstellair oleh bintang-bintang yang berenang itu.
![]() |
| angin yang mengalir dari bintang yang bergerak cepatmembentuk riak debu di Interstellar. Gambar oleh NASA |
Mengenai bintang-bintang itu menyedot fluida interstellair, Allah memberi kesempatan manusia untuk dapat mengadakan ujicoba. Allah telah mengatur sedemikian rupa posisi dan jarak bulan, bumi, matahari, apabila terjadi gerhana matahari, bulan menutup matahari secara penuh. Pada waktu gerhana matahari penuh, peristiwa itu dapat disaksikan, bahkan telah difoto bahwa matahari dibungkus oleh lapisan yang disebut "corona". Dalam foto itu dapat disaksikan bahwa pada lapisan terluar dari corona itu terdiri atas fluida interstellar yang disedot oleh matahari.
Maka demikianlah bagaimana Allah menjadikan raksasa-raksasa itu. Bintang-bintang itu berenang melalui fluida interstellair. Sambil berenang bintang-bintang itu menyedot fluida interstellair. Yang kecepatan berenangnya rendah, antara 2-3 km/detik, mempunyai kesempatan banyak menyedot. Maka jadilah ia raksasa, yang kecepatannya sedikit tinggi, antara 12-15 km/detik juga tetap menyedot, tetapi tidak sempat menjadi raksasa. Salah satu di antaranya ialah matahari kita, yang tidak sempat menjadi raksasa.
Sejatinya, proses pokok terbentuknya kosmos adalah pemadatan materi dari kelompok gas primitif: terpecahnya dalam beberapa pecahan yang menjadi bahan galaksi. Bahan galaksi terpecah-pecah menjadi bintang-bintang dan planet-planet yang lebih kecil. Perpecahan yang terus menerus itu meninggalkan elemen pokok yang dapat dinamakan "sisa", nama ilmiahnya: bahan galaksi interstellar.
Bahan galaksi interstellair dilukiskan dari beberapa aspek yang berlainan. Kadang-kadang dari aspek nebula (kelompok bintang) yang gemerlapan, menyebarkan sinar yang diterimanya dari bintang-bintang lain yang dapat dibentuk dengan debu atau asap menurut istilah astrofisika; kadang-kadang dan aspek nebula yang remang-remang dan tidak padat, dan kadang-kadang dari bahan-bahan interstellair yang lebih misterius seakan-akan untuk menghalangi pengambilan gambar-gambar angkasa.
Adanya jembatan materi antar galaksi sudah dapat dipastikan walaupun sangat tidak padat. Tetapi, oleh karena memenuhi ruang yang sangat besar dan galaksi itu berjauhan sekali satu daripada lainnya, gas-gas tersebut dapat bertemu dengan kelompok lain yang walaupun tidak padat, dapat melalui kumpulan gas galaksi. A. Boichat mengatakan bahwa adanya kumpulan gas antar galaksi itu sangat penting dan dapat menimbulkan perubahan besar tentang perkembangan kosmos.
Begitulah Alquran yang menyimpan rahasia besar mengenai fluida interstellar dalam satu ayat yang telah turun beribu trahun yang lalu. Bagaimana bisa kita tidak mengimani kitabullah yang tidak hanya menuntun agama namun juga mengungkap rahasia sains kosmologi. Semoga kita selalu mendapat hidayah dan tetap dalam keimanan kita. Amin
Wallahu A'lam
