Konsep ini dikenal sebagai "alam semesta paralel" dan merupakan aspek dari teori astronomi yang disebut multiverse. Dan sebenarnya, ada cukup sedikit bukti untuk multiverse. Salah satunya, multiverse ini berguna untuk memahami bagaimana alam semesta kita tercipta.
Kita mungkin sering bertanya: "Apakah ada makhluk cerdas serupa kita yang tinggal di planet lain, di galaksi yang sama ataupun berbeda. Bahkan, bila mungkin, di alam semesta yang lain?" Sebagai makhluk, kita ternyata sangat kecil dibandingkan alam semesta, meski kesadaran kita menjangkau jauh seluas semesta. Masihkah kita membanggakan diri sebagai satu-satunya spesies cerdas di alam semesta?
Dalam tahun-tahun terakhir ini, penemuan dalam fisika dan kosmologi telah membawa ilmuwan untuk sampai kepada pandangan bahwa semesta kita boleh jadi hanya salah satu di antara banyak semesta. Sehingga semesta ini lebih merupakan mutilverse, bukan universe.
Menurut fisikawan Brian Greene, dalam The Hidden Reality: Parallel Universes and the Deep Laws of the Cosmos, proposal mengenai semesta paralel muncul dari teori-teori yang dikembangkan untuk menjelaskan hasil observasi yang paling halus pada tingkat partikel subatomik maupun kedalaman angkasa luas yang gelap.
Multiverse merupakan lautan teramat luas yang menampung gelembung-gelembung universe, yang salah satunya semesta kita. Berapa banyak alam yang tersembunyi di dalamnya, itu masih misteri.
Lalu, apa yang dimaksud dengan semesta (universe)? Definisi kita tentang "universe" telah berubah sejak penemuan teleskop yang pertama kali dan kita mulai menyadari bahwa Bumi bukanlah totalitas eksistensi kita.
Bahkan, semesta jauh lebih besar dari apa yang mampu kita lihat dengan teleskop. Semakin jauh perjalanan cahaya yang sampai kepada kita, semakin luas semesta, dan definisi kita tentang semesta pun berubah.
Hali ini senada dengan Asy-syura ayat 29 yang berbunyi
وَمِنْ ءَايٰتِهِۦ خَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَآبَّةٍ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَآءُ قَدِيرٌ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpul-kan semuanya apabila Dia kehendaki." (Asy-Syura : 29)
Berdasarkan ayat di atas, diperlukan sikap kritis, apa yang dimaksud binatang melata di langit dan di bumi? Jika binatang melata yang berada di bumi, diartikan sebagai manusia dan binatang. Apakah di langit juga ada manusia dan binatang? Atau makhluk lain yang sejenis manusia dan binatang? Tentu saja, ayat ini mengindikasikan adanya kehidupan lain di luar bumi, dengan konsep "alam ganda".
Ahli-ahli astrofisika modern berpendapat bahwa sangat boleh jadi ada planet-planet yang menyerupai bumi. Mengenai sistem matahari tak ada ahli astrofisika yang mengatakan kemungkinan adanya planet seperti bumi di dalamnya. Oleh karena itu planet-planet seperti bumi itu harus dicari di luar sistem matahari, mereka mengira ada kemungkinan terdapatnya planet sepertibumi di luar sistem matahari karena alasan secara umum orang memperkirakan bahwa dalam galaksi kita, seperdua dari 100 miliar bintang, masing-masing mempunyai sistem planet seperti sistem matahari.
Memang 50 miliar bintang mempunyai rotasi (edaran) yang pelan, dan hal ini dapat diduga bahwa ada planet-planet yang melingkungi masing-masing sebagai satelit. Jauhnya bintang-bintang itu menyebabkan manusia tidak dapat melihat planet-planet tersebut, akan tetapi adanya planet-planet satelit tersebut sangat boleh jadi karena sifat-sifat trajektori. Pergelombangan ringan daripada trajektori bintang menunjukkan adanya satelit yang menemani bintang tersebut. Sebagai contoh bintang yang diberi nama Bernard mempunyai suatu teman di luar trajektori jupiter, bahkan mungkin ada dua satelit.
P. Guerim seorang ahli astrofisika menulis: "Sistem planeter sudah terang, tersebar banyak dalam kosmos, sistem matahari dan bumitidak satu-satunya yang ada." Kemudian ia lanjutkan: "Kehidupan, sebagai planet-planet yang memberinya tempat juga tersebar di seluruh kosmos, dimana saja terdapat kondisi fisis-kimiawi yang diperlukan untuk terbukanya kehidupan tersebut dan perkembangannya selanjutnya."Di tengah keraguan dan perdebatan yang belum berujung, orang bertanya, bagaimana membuktikan bahwa kita hidup di multiverse? Saat ini, para ilmuwan berpacu untuk menemukan cara menguji gagasan ini, termasuk mencari tanda-tanda di langit perihal adanya semesta lain. Tapi, alquran telah mengungkap konsep itu jauh sebelum para fisikawan.
Wallahu A'lam
Berdasarkan ayat di atas, diperlukan sikap kritis, apa yang dimaksud binatang melata di langit dan di bumi? Jika binatang melata yang berada di bumi, diartikan sebagai manusia dan binatang. Apakah di langit juga ada manusia dan binatang? Atau makhluk lain yang sejenis manusia dan binatang? Tentu saja, ayat ini mengindikasikan adanya kehidupan lain di luar bumi, dengan konsep "alam ganda".
Ahli-ahli astrofisika modern berpendapat bahwa sangat boleh jadi ada planet-planet yang menyerupai bumi. Mengenai sistem matahari tak ada ahli astrofisika yang mengatakan kemungkinan adanya planet seperti bumi di dalamnya. Oleh karena itu planet-planet seperti bumi itu harus dicari di luar sistem matahari, mereka mengira ada kemungkinan terdapatnya planet sepertibumi di luar sistem matahari karena alasan secara umum orang memperkirakan bahwa dalam galaksi kita, seperdua dari 100 miliar bintang, masing-masing mempunyai sistem planet seperti sistem matahari.
Memang 50 miliar bintang mempunyai rotasi (edaran) yang pelan, dan hal ini dapat diduga bahwa ada planet-planet yang melingkungi masing-masing sebagai satelit. Jauhnya bintang-bintang itu menyebabkan manusia tidak dapat melihat planet-planet tersebut, akan tetapi adanya planet-planet satelit tersebut sangat boleh jadi karena sifat-sifat trajektori. Pergelombangan ringan daripada trajektori bintang menunjukkan adanya satelit yang menemani bintang tersebut. Sebagai contoh bintang yang diberi nama Bernard mempunyai suatu teman di luar trajektori jupiter, bahkan mungkin ada dua satelit.
P. Guerim seorang ahli astrofisika menulis: "Sistem planeter sudah terang, tersebar banyak dalam kosmos, sistem matahari dan bumitidak satu-satunya yang ada." Kemudian ia lanjutkan: "Kehidupan, sebagai planet-planet yang memberinya tempat juga tersebar di seluruh kosmos, dimana saja terdapat kondisi fisis-kimiawi yang diperlukan untuk terbukanya kehidupan tersebut dan perkembangannya selanjutnya."Di tengah keraguan dan perdebatan yang belum berujung, orang bertanya, bagaimana membuktikan bahwa kita hidup di multiverse? Saat ini, para ilmuwan berpacu untuk menemukan cara menguji gagasan ini, termasuk mencari tanda-tanda di langit perihal adanya semesta lain. Tapi, alquran telah mengungkap konsep itu jauh sebelum para fisikawan.
Wallahu A'lam
