Alquran jelas mendahului jangkauan manusia yang baru memulai penyelidikan aktivitas langit pada abad ke-10. Saat itu astronom Persia As-Sufi membuat pengamatan yang tercatat paling awal terhadap galaksi Andromeda, menggambarkannya sebagai "awan kecil". As-Sufi yang menerbitkan temuannya dalam Kitab Bintang-Bintang Tetap pada 964, juga mengenali Awan Magellan Besar yang dapat dilihat dari Yaman, walau bukan dari Isfahan; dan galaksi ini tidak akan dilihat oleh orang Eropa hingga perjalanan Magellan pada abad ke-16.
Lantas, Apakah Alquran yang penuh mukjizat saintis juga menerangkan hal tersebut? jawabannya tentu saja bahkan banyak dan menggunakan bahasa yang saat itu sangat mudah dipahami dahn diterima oleh ummat. Ayat apa saja yang menjelaskan aktivitas di langit dan menjadi rujukan sains?
1. QS. Ar-Rahman ayat 37
فَإِذَا انشَقَّتِ السَّمَآءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ
"Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak." (Ar-Rahman: 37)

Planetary Nebula NGC 6543
Banyak ahli tafsir mengatakan bahwa ayat di atas adalah dalil tentang adanya nebula di langit. Sebab, jika nanti bintang meledak, maka hasilnya adalah warna merah seperti mawar (Oily Red-Rose Nebula). Nebula adalah awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma. Awalnya nebula adalah nama umum yang diberikan untuk semua obyek astronomi yang membentang, termasuk galaksi di luar bima sakti.

Planetary Nebula NGC 6543
Banyak ahli tafsir mengatakan bahwa ayat di atas adalah dalil tentang adanya nebula di langit. Sebab, jika nanti bintang meledak, maka hasilnya adalah warna merah seperti mawar (Oily Red-Rose Nebula). Nebula adalah awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma. Awalnya nebula adalah nama umum yang diberikan untuk semua obyek astronomi yang membentang, termasuk galaksi di luar bima sakti.
2. QS. At-Takwir ayat 2
وَإِذَا النُّجُومُ انكَدَرَتْ
"dan apabila bintang-bintang berjatuhan" (At-Takwir: 2)
Ayat yang dengan jelas menyebutkan bahwa di luar sana, bintang-bintang tidak hanya bersinar dan bergerak, namun ada pula yang tumbang berjatuhan. Hal yang saat itu tentu saja di luar jangkauan manusia.
Ayat yang dengan jelas menyebutkan bahwa di luar sana, bintang-bintang tidak hanya bersinar dan bergerak, namun ada pula yang tumbang berjatuhan. Hal yang saat itu tentu saja di luar jangkauan manusia.
3. QS. At-Takwir ayat 11
وَإِذَا السَّمَآءُ كُشِطَتْ
"dan apabila langit dilenyapkan" (At-Takwir: 11)Semua ayat di atas menunjukkan adanya aktivitas di langit. Matahari hancur, dan bintang-bintang berjatuhan. Bagaimana caranya? Tak lain adalah dengan saling bertubrukan satu sama lain, yakni apabila masanya sudah datang. Bahkan saat ini di Galaksi lain bintang-bintang telah hancur dengan dahsyat dan peneliti baru bisa meneliti setelah ditemukan teknologi untuk mengobservasi langit dan antariksa.
Jarak antar galaksi jika dibandingkan dengan ukurannya, tidaklah terlalu besar. Jarak rata-rata antar galaksi dalam sebuah gugus hanyalah beberapa puluh kali diameternya; bandingkan dengan jarak antar bintang dalam galaksi yang bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan kali ukurannya. Karena itu interaksi antar galaksi cukup sering terjadi dan memainkan peranan penting dalam evolusinya. Galaksi-galaksi yang berpapasan namun tidak benar-benar bersinggungan, akan menyebabkan terganggunya bentuk galaksi yang terlibat akibat tarik menarik gravitasinya, dan dapat menyebabkan pertukaran gas dan debu.
Tabrakan terjadi jika dua galaksi saling menembus tubuh masing-masing, namun masih memiliki momentum relatif yang cukup untuk tidak menyebabkan kedua-nya menyatu. Bintang-bintang dalam kedua galaksi ini biasanya bergerak lolos tanpa bertabrakan. Namun gas dan debu dari kedua galaksi akan berinteraksi. Hal ini dapat memicu lonjakan pembentukan bintang-bintang baru ketika medium antarbintang terganggu. Tabrakan dapat mengubah secara radikal bentuk salah satu atau kedua galaksi, dan menciptakan struktur-struktur baru seperti batang, cincin atau ekor galaksi.
Interaksi antargalaksi yang paling ekstrem adalah penggabungan galaksi. Dalam kasus ini momentum relatif kedua galaksi tidak cukup untuk dapat saling menembus. Yang terjadi malah, kedua galaksi tersebut perlahan bergabung membentuk galaksi tunggal yang lebih besar. Penggabungan dapat menyebabkan perubahan luar biasa terhadap bentuk galaksi jika dibandingkan dengan bentuk kedua galaksi asal. Namun, jika salah satu galaksi jauh lebih besar dari yang lainnya, penggabungan demikian disebut kanibalisme. Dalam kasus ini, galaksi yang lebih besar akan tetap relatif tak terganggu akibat penggabungan tersebut, sementara galaksi yang lebih kecil tercabik-cabik. Galaksi bima sakti saat ini sedang dalam proses pengkanibalan Galaksi Eliptis Katai Sagitarius dan Galaksi Katai Canis Major.
Semoga kita menjadi umat yang selalu mengikuti Alquran sebagai penunjuk jalan ketika tersesat, dan mengimani semua hal yang ada di dalamnya yang kian terbukti kebenaran dan eksistensinya dalam sains. Bukan justru mengkufuri Alquran karena telah mengungkap sains itu sendiri, karena sejatinya Alquran telah mendahului teori-teori sains itu. Amin
Wallahu A'lam
Interaksi antargalaksi yang paling ekstrem adalah penggabungan galaksi. Dalam kasus ini momentum relatif kedua galaksi tidak cukup untuk dapat saling menembus. Yang terjadi malah, kedua galaksi tersebut perlahan bergabung membentuk galaksi tunggal yang lebih besar. Penggabungan dapat menyebabkan perubahan luar biasa terhadap bentuk galaksi jika dibandingkan dengan bentuk kedua galaksi asal. Namun, jika salah satu galaksi jauh lebih besar dari yang lainnya, penggabungan demikian disebut kanibalisme. Dalam kasus ini, galaksi yang lebih besar akan tetap relatif tak terganggu akibat penggabungan tersebut, sementara galaksi yang lebih kecil tercabik-cabik. Galaksi bima sakti saat ini sedang dalam proses pengkanibalan Galaksi Eliptis Katai Sagitarius dan Galaksi Katai Canis Major.
Semoga kita menjadi umat yang selalu mengikuti Alquran sebagai penunjuk jalan ketika tersesat, dan mengimani semua hal yang ada di dalamnya yang kian terbukti kebenaran dan eksistensinya dalam sains. Bukan justru mengkufuri Alquran karena telah mengungkap sains itu sendiri, karena sejatinya Alquran telah mendahului teori-teori sains itu. Amin
Wallahu A'lam