Jika dibandingkan dengan galaksi bumi kita berotasi, manusia bak bakteri yang teramat kecil. Tentulah, galaksi kita maupun galaksi lain yang ditemukan ataupun belum adalah karya Allah SWT. Harusnya dengan temuan-temuan baru di luar angkasa, level iman kita meningkat dan semakin yakin ketika kita menyebut dan berdizir سبحان الله Maha suci Allah, pencipta seluruh Alam. Namun, nyatanya para penemu yang telah menguak misteri alam semesta justru diperbudak oleh kemampuan otak-akalnya dan mengingkari adanya tuhan. Na'udzu billah. Apakah mereka tidak tahu bahwa Allah telah menyinggung keberadaan galaksi-galaksi dan gugusan bintang jauh sebelum mereka menemukannya.
Allah Swt. berfirman dalam QS Al-Furqan:
تَبَارَكَ الَّذِى جَعَلَ فِى السَّمَآءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرٰجًا وَقَمَرًا مُّنِيرًا
"Maha suci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar." (Al-Furqan: 61)
Dalam QS. Ash-Shaffat, Allah berfirman:
Dalam QS. Ash-Shaffat, Allah berfirman:
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ
"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang." (Ash-Shaffat: 6)
Ayat Al-Qur'an di atas menjelaskan kepada manusia bahwa di atas sana, di langit yang tinggi, terdapat sekumpulan bintang yang bercahaya, yang menjadi penghias malam, pemberi keindahan bagi mata yang memandang. Kumpulan bintang itu sangat banyak jumlahnya. Dengan bahasa yang puitis, Al-Qur'an memberi isyarat agar manusia mempelajari tentang galaksi, yang tak lain adalah kumpulan bintang. Bintang yang kita pandang dari bumi berkelip kecil, sesungguhnya berukuran sama dengan bumi, bahkan lebih besar jika dibandingkan planet terbesar di galaksi Milky Way/ Bima Sakti.
Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias, yang berarti "seperti susu/' yang merujuk pada galaksi bima sakti (Milky Way). Galaksi adalah sebuah sistem masif yang terikat gaya gravitasi, yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu medium antarbintang, dan materi gelap-komponen yang penting, namun belum begitu dimengerti hakikatnya.
Ayat Al-Qur'an di atas menjelaskan kepada manusia bahwa di atas sana, di langit yang tinggi, terdapat sekumpulan bintang yang bercahaya, yang menjadi penghias malam, pemberi keindahan bagi mata yang memandang. Kumpulan bintang itu sangat banyak jumlahnya. Dengan bahasa yang puitis, Al-Qur'an memberi isyarat agar manusia mempelajari tentang galaksi, yang tak lain adalah kumpulan bintang. Bintang yang kita pandang dari bumi berkelip kecil, sesungguhnya berukuran sama dengan bumi, bahkan lebih besar jika dibandingkan planet terbesar di galaksi Milky Way/ Bima Sakti.
Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias, yang berarti "seperti susu/' yang merujuk pada galaksi bima sakti (Milky Way). Galaksi adalah sebuah sistem masif yang terikat gaya gravitasi, yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu medium antarbintang, dan materi gelap-komponen yang penting, namun belum begitu dimengerti hakikatnya.
![]() |
| Ilustrasi Rasi Bintang oleh Wikimedia Commons |
Posisi matahari dari bumi ini merupakan satu di antara satelit-satelit lain yang melingkunginya. Seakan-akan matahari hanya merupakan satu unsur yang tak berarti di antara beribu-ribu miliar bintang yang keseluruhannya merupakan suatu kumpulan yang dinamakan galaksi.
Pada musim panas dapat dilihat keindahan angkasa (space) di malam hari, yang membentuk apa yang dinamakan kabut susu. Kelompok bintang-bintang tersebut mempunyai dimensi yang sangat besar. Jika cahaya dapat menempuh seluruh sistem matahari dalam beberapa jam, cahaya itu memerlukan 90 ribu tahun untuk memotong jarak dari satu sudut kepada sudut imbangannya yang paling jauh dalam suatu kelompok bintang-bintang yang paling kompak, inilah gambaran galaksi.
Galaksi ini, yang begitu dahsyat besarnya seperti yang dilukiskan di atas, hanya merupakan satu unsur kecil dari benda-benda langit. Terdapat kumpulan bintang-bintang raksasa yang mirip dengan kabut susu di luar galaksi.
Alquran telah menyebut bintang yang ada di langit ribuan tahun lalu ketika seorang Lelaki bangsa Arab menyampaikannya di depan umatnya. Para musuh yang tak percaya menganggap Alquran adalah dusta dan karangan lelaki itu saja, namun sekrang terbukti. Kumpulan bintang-bintang raksasa itu baru diketahui manusia 50 tahun yang lalu, yaitu karena eksplorasi astronomik (penyelidikan bintang-bintang) dapat mengambil manfa'at dari alat-alat optik yang sempurna seperti alat yang me-mungkinkan dibuatnya teleskop Mount-Wilson di Amerika Serikat. Dengan cara ini orang dapat mengetahui, ternyata masih terdapat galaksi-galaksi lain yang terpisah dengan galaksi ini dalam jumlah besar terletak pada jarak yang teramat jauh sehingga memerlukan ukuran tersendiri, yaitu ukuran cahaya, yang disebut parsec, yakni suatu jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam 3,26 tahun, dengan kecepatan 300 ribu km per detik.
Wallahu A'lam
