Qurban adalah salah satu praktik ritual yang memiliki sejarah yang panjang, bahkan Ibadah Qurban tidak hanya dikhususkan kepada umat Rasulullah صلى الله عليه وسلم saja, namun juga disyariatkan kepada umat-umat terdahulul. Sejarah tersebut menambah betapa besar rahasia makna ibadah qurban dalam agama Islam.
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ ۙ
Artinya: Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),
Sejarah qurban berasal dari cerita yang terdapat dalam Al-Quran, sebagai contoh adalah Qurban yang dilakukan oleh dua putra Nabi Adam alaihi Salam:
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”
Ketika putera Adam (Habil dan Qabil) mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).” Disebutkan oleh para ulama ahli Tafsir, bahwa Habil adalah peternak dan ia mengqurbankan hasil ternak terbaiknya. Hingga diterima oleh Allah dan diangkat ke surga. Sementara Qabil adalah petani, saat itu syariat qurban bukan menyembelih hewan ternak seperti masa umat Nabi Muhammad. Maka Qabil mengqurbankan hasil panen terburuknya. Hingga tidak diterima oleh Allah.
Kemudian syariat Nabi Ibrahim juga mengenal ibadah qurban. Pada masa Nabi Ibrahim Allah memerintahkan agar putranya, Nabi Ismail, disembelih. Setelah keduanya akan melaksanakannya Allah berfirman:
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ
Artinya: Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
Lantas darimana domba tersebut? Ibnu Katsir berkata:
وهو الذي كبش الذي قرّبه ابن أدم فتقبل منه
Artinya: “Itu adalah domba yang diqurbankan Habil, putra Adam” (Tafsir Ibni
Katsir 7/31)
Peristiwa ini dianggap sebagai ujian kesetiaan dan pengorbanan dalam iman kepada Allah. Pada syariat Nabi Muhammad, ibadah qurban menjadi simbol pengabdian dan pengorbanan umat Muslim kepada Allah. Setiap tahun, umat Muslim dari seluruh dunia melaksanakan qurban pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam bulan Hijriyah dalam rangka memperingati peristiwa tersebut.
Pelaksanaan qurban dilakukan dengan menyembelih hewan ternak yang halal, seperti domba, sapi, atau kambing. Hewan-hewan tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti sehat, tidak cacat, dan cukup umur. Daging hasil qurban dibagi menjadi tiga bagian: satu bagian untuk keluarga yang melaksanakan qurban, satu bagian untuk diberikan kepada kerabat, dan satu bagian lagi untuk disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Praktik qurban juga memiliki nilai sosial dan kemanusiaan. Selain memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim, qurban juga berfungsi sebagai sarana untuk membantu mereka yang kurang mampu. Bagian daging yang disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan asupan protein dan gizi.
Pelaksanaan qurban dilakukan dengan menyembelih hewan ternak yang halal, seperti domba, sapi, atau kambing. Hewan-hewan tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti sehat, tidak cacat, dan cukup umur. Daging hasil qurban dibagi menjadi tiga bagian: satu bagian untuk keluarga yang melaksanakan qurban, satu bagian untuk diberikan kepada kerabat, dan satu bagian lagi untuk disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Praktik qurban juga memiliki nilai sosial dan kemanusiaan. Selain memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim, qurban juga berfungsi sebagai sarana untuk membantu mereka yang kurang mampu. Bagian daging yang disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan asupan protein dan gizi.
