Hewan yang disembelih akan menjadi Kendaraan Akhirat
Qurban Menjadi Kendaraan di Akhirat Hewan Qurban yang kita sembelih akan dikembalikan oleh Allah di hari kiamat, seperti Allah mengembalikan hewan Qurban Habil kepada Nabi Ibrahim yang telah dijelaskan di awal bab. Dalam sebuah hadis:ما عمل آدمي من عمل يوم النحر أحبّ إلى الله من إهراق الدم إنها لتأتي يوم القيامة بقرونها وأشعارها وأظلافها (رواه الترمذي)
Artinya: Tidak ada amal manusia yang lebih dicintai Allah di ahri qurban dari pada mengalirkan darah hewan. Sebab hewan itu akan datang di hari qiyamat lengkap dengan tanduknya, bulunya dan kaki-kakinya (HR. al-Turmudzi)
Syekh Al-Mubarakfuri berkata:
يعني أفضل العبادات يوم العيد إراقة دم القربات وأنه يأتي يوم القيامة كما كان في الدنيا من غير نقصان شيئ منه ليكون بكل عضو منه أجر ويصير مركبه على الصراط
“Ibadah paling utama di hari raya Idul Adha adalah menyembelih hewan Qurban. Ia akan datang di hari kiamat seperti sedia kala di dunia, tanpa ada yang kurang sedikitpun, agar masing-masing organ tubuhnya menjadi pahala dan menjadi kendaraannya di atas Shirat” (Tuhfat AlAhwadzi, 4/145)
Meneladani Nabi Ibrahim
Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salaam ketika hari an nahr (Idul Adha). Nabi brahim dan putranya melakukan perintah tersebut dengan sangat ikhlas. Hal ini harus kita contoh bahwa menjalani ibadah haruslah dengan hati lillahi taala. Dalam surat An-Nahl ayat 123 Allah memerintah Nabi Muhammad agar meniru Nabi Ibrahim:
ثُمَّ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ اَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗوَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Artinya: Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang musyrik.”Sudah seharusnya kita menjalankan ibadah qurban dan ibadah lainnya seperti Nabi Ibrahim yang ditasbitkan lurus oleh Allah SWT sehingga kita dapat meneladani perilaku beliau. Dalam tafsir disebutkan mengapa mengikuti perilaku Nabi Ibrahim? karena kesempurnaannya dan kebenaran tauhid dan jalannya, maka Kami wahyukan kepadamu, hai penutup para rasul, penghulu para nabi: Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.
