Kemukjizatan al-Quran

0
Kitab-kitab samawi yang Allah turunkan dan wajib diimani oleh tiap individu orang muslim untuk adalah Zabur, Taurat, Injil dan al-Qur’an. Zabur adalah kitab yang diberikan kepada Nabi Dawud. Akan tetapi mukjizat beliau bukanlah kitab itu sendiri. Di antara mukjizat beliau adalah tidak mau memakan dari hasil pemberian orang lain karena beliau adalah seorang pande besi yang dapat menjadikannya seperti adonan tanah liat.
Taurat merupakan kitab yang diberikan kepada Nabi Musa. Namun, mukjizat beliau juga bukan kitab tersebut. Nabi Musa mempunyai mukjizat yang di antaranya adalah tongkat yang dapat berubah menjadi ular untuk melawan para tukang sihir Fir’aun dan membelah laut menjadi 12 jalan yang sesuai dengan jumlah suku Bani Isra’il saat dikejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya. Kemudian Nabi Isa adalah utusan Allah yang mendapatkan kitab Injil yang bukan merupakan mukjizat beliau. Akan tetapi beliau diberikan banyak mukjizat oleh Allah di antaranya adalah dapat menyembuhkan penyakit lumpuh, bisu, buta bahkan beliau pun dapat menghidupkan orang yang sudah mati atas izin Allah.
Sedangkan al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan kepada sebaik-baik makhluk dan pimpinan para Nabi yaitu, Nabi Muhammad SAW. Al-Qur'an memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh kitab lain. Di antara keutamaan al-Qur’an adalah berstatus menjadi mukjizat yang abadi.

Keutamaan Al-Qur'an

  • memuliakan yang memuliakannya

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang jika sering dibaca dan dimuliakan akan menjadi penerang hidup bagi umat manusia. Selain sebagai penerang di dunia, al-Qur’an akan menjadi penerang di alam kubur. Ada sebuah kisah dari seorang ulama’ sufi di masa lalu. Ia bukanlah termasuk golongan orang yang sholih bahkan Ia adalah seorang pemabuk. Suatu saat beliau dalam sebuah perjalanan, ia melihat potongan kertas yang bertuliskan lafadz “bismillah”. Kemudian dia mengambilnya, mengharumkannya dengan minyak wangi, menciumnya, membawanya ke rumah dan meletakkannya di tempat yang mulia, padahal saat itu ia dalam kondisi mabuk. Setelah kejadian tersebut, malam harinya ia bermimpi mendengar suara dari Allah yang mengatakan:

 كما طيبت إسمي سأطيبك إسمك في الدنيا واآلخرة 

“Sebagaimana engkau mengharumkan namaku, maka akan aku mengharumkan namamu di dunia dan akhirat”

Peristiwa tersebut akhirnya menjadikan ia bertaubat kepada Allah dan menjadi ulama’ sufi karena keberkahan memuliakan al-Qur’an. 

  • Tak Lekang oleh Waktu

Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad yang sangat hebat dan akan abadi sepanjang masa sehingga mengungguli segala mukjizat yang ada. Allah lah yang menjaga kemurnian dan keutuhan Al-Quran sebagaimana firman Allah dalam surat al-Hijr ayat 9:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”
Bandingkan dengan mukjizat nabi-nabi lainnya. Mukjizat selain al-Qur’an hanya untuk umat di zaman itu dan tidak lagi berlaku untuk generasi berikutnya. Dalam hal ini Imam al-Bushiri membuat syair dalam kitab Burdahnya:

 دامت لدينا ففاقت كل معجزة #  من النبيين إذ جاءت ولم تدم 

“Al-Qur’an abadi di tengah kami, maka ia mengungguli segala mukjizat Nabi-Nabi lain, yang datang tetapi tidak abadi” 

  • Melekat di Hati

Keistimewaan lain dari al-Qur’an adalah dapat bertempat di dalam hati umat Rasulullah. Hal ini terbukti dengan banyaknya para penghafal al-Qur’an di berbagai kalangan umat muslim seluruh dunia. Al-Qur’an juga dapat menjadi penerang jiwa seorang muslim sesuai kedekatan hubungan seseorang dengan al-Qur’an. Semakin seseorang dekat dengan al-Qur’an maka semakin kuat pula al-Qur’an akan menerangi jiwanya. Oleh karena hal demikian, seorang muslim hendaknya selalu memperbaiki hubungannya dengan al-Qur’an baik dengan membaca, menghafal dan memahami isi kandungannya agar mendapat keberkahan untuk memperbaiki kehidupan.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)